Edit Berita
Form Edit Berita
Judul Berita
Isi / Uraian Berita
Setelah pembangunan stasiun MRT di kawasan Kota Tua, Jakarta Kota rampung, Pemprov Jakarta berencana akan merevitalisasi Kota Tua secara total. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan hal itu di balaikota pada 18 Desember 2025. Menanggapi itu, Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Lefy mengatakan, penataan Kota Tua harus secara enyeluruh dan tidak parsial. Mengingat kawasan tersebut memiliki nilai sejarah panjang dan berpotensi besar sebagai pusat aktivitas masyarakat. “Selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kota Tua diprediksi akan menjadi tujuan wisatawan lokal dan mancanegara,” ujar Lefy, Jumat (19/12). Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengemukakan, Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen merevitalisasi total Kota Tua. Jakarta sebagai kota wisata pusaka perlu penanganan secara komprehensif dan melibatkan semua pihak terkait. Revitalisasi kota tua merupakan pekerjaan besar yang perencanaannya sudah ada sejak lebih dari satu dekade. Sempat mengalami jeda. Oleh karena itu, penataan kawasan Kota Tua harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur transportasi massal, khususnya MRT. Sehingga, ketika stasiun MRT beroperasi, penataan kawasan Kota Tua harus sudah berjalan. Potensi Besar Secara terpisah, Anggota Komsi B Wa Ode Herlina mengemukakan, kawasan Kota Tua akan menjadi simpul aktivitas masyarakat. Terintegrasi dengan berbagai moda transportasi. Berdasarkan Galeri MRT, lanjut Wa Ode, Stasiun Jakarta Kota kini melayani sekitar 1,3 juta penumpang per hari. Perkiraannya, terus bertambah sekitar 500 ribu penumpang dari MRT. Belum termasuk pengguna TransJakarta. “Potensinya sangat besar. Karena itu, harus dikelola dengan baik agar Kota tua tetap nyaman sebagai kawasan wisata dan ruang publik,” kata politisi PDI Perjuangan itu. Sebelumnya, Wagub Rano Karno mengemukakan, dalam proses penataan Kota Tua, Pemprov DKI juga menyiapkan pengaturan aktivitas ekonomi. Termasuk pedagang kaki lima (PKL) , area parkir dan ruang usaha, gar kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa meggganggu kawasan cagar budaya . Rano Karno mengaku, Gubernur Pramono Anung telah menugaskan kepadanya secara khusus untuk memimpin revitalisasi Kota Tua. Ke depan, Pemprov Jakarta akan membentuk kelembagaan khusus dan menyusun pembagian tugas yang jelas antarisnstansi.
Ditulis Oleh
Ganti Gambar (opsional)
Gambar Saat Ini
Update Berita
Kembali